Sbobet
Sbobet

Timnas U-22 Imbangi Bhayangkara, Pemain Mulai Pahami Taktik Indra Sjafri

31

Timnas Indonesia U-22 meraih hasil imbang 2-2 dalam uji coba melawan Bhayangkara FC. Pelatih Indra Sjafri puas karena timnya mulai memahami strategi yang diinginkannya.

Yimnas unggul dua gol lebih dulu atas Bhayangkara dalam laga yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (6/2/2019) sore WIB. Andy Setyo dan penalti Gian Zola yang membobol gawang Wahyu Tri Nugroho. Bhayangkara membalas dua gol beruntun lewat Nurhidayat dan Mahir Radja ke gawang Timnas, yang dijaga oleh Awan Setho Raharjo.

Indra senang dengan penampilan anak asuhnya. Dia menilai pemain mampu menjalankan intruksinya dengan baik.

Tapi, sederet catatan juga disimpannya dari laga itu. Salah satunya, perbedaan mencolok tim pertama dan kedua yang diturunkan bergiliran.

“Game yang saya pikir cukup menarik ya, untuk pembelajaran awal kami, itu yang pertama. Yang kedua, dari tim satu dan tim kedua ada kekurangan dan kelebihan. Jadi, kedua tim yang saya turunkan ada plus ada minus. Tim pertama, di babak pertama ada plusnya ada minusnya juga, tim kedua juga begitu. Intinya, ada beberapa hal yang kami harus perbaiki, baik itu individual taktiktal, grup taktikal, dan tim taktikal,” kata Indra dalam konferensi pers yang dihadiri detikSport.

“Tetapi, secara keseluruhan, game model yang kami inginkan, mereka sudah memperlihatkan. Dia tahu kapan harus defence, bagaimana defence, bagaimana attack dan bagaimana transsisi. Tetapi, memang masih perlu perbaikan ke depannya. Tim sudah lebih rapi, main dengan ball possession yang lebih progresif,” Indra menjelaskan.

“Tim kedua bermain, yang memang kita minta, bermain dengan counter attack. Tetapi, saat counter attack, transisinya lambat. Jadi, begitu dia main bertahan, dia tunggu, dan dia serangan balik, saat menyerang itu dia build up. Nah ini yang tidak ada, kalau kami defending harus keluar dengan conventional counter attack dan harus cepat, orang pertama yang harus dia lihat adalah yang paling ujung yang paling depan. Kalau tidak bisa dia harus keluar dengan channel yang ada. Juga kiper dan centre back. Tapi, dia mengembalikan bola ke kiper. Ini konyol menurut saya karena begitu bola dikembalikan ke kiper, kiper kehilangan satu senjata yaitu tangan, dia enggak bisa, jadi mempersulit,” tutur Indra.

“Harusnya lebih progresif ke depan setelah bola dimainkan, yang dilihat harus ke depan. Ini keluar dari tekanan juga tim yang kedua kurang smooth, kami akan coba lagi nanti tanggal 10 tim ini akan lebih baik saya yakin dan tim pelatih kami sudah melihat apa yang harus kami perbaiki ke depan,” Indra menjelaskan.

Indra juga menyadari kondisi fisik para pemain belum sepenuhnya maksimal karena pemain baru berkumpul usai libur. Dia berharap di Piala AFC, para pemain tak perlu lagi digeber fisiknya.

“Ini yang Alhamdulillah dipahami. Jadi, di kami terbalik, preseason di Timnas. Padahal, seharusnya preseason-nya di klub, saya terima jadi gitu, sekarang kan tidak,” ujar Indra.

“Preseason-nya di Timnas, karena kompetisi kami kan libur. So, saya harus menyiapkan kondisi fisik mereka. Dalam dua minggu pertama itu, saya mencari pemain-pemain yang cocok untuk game plan saya, minggu ketiga baru kami fokus ke kondisi fisik, dan minggu keempat kita sudah masuk taktik, dan minggu kelima sudah harus uji coba. Jadi kalau pemain-pemain ini sudah bermain di kompetisi atau kompetisi sedang berlangsung, saya tidak perlu cemas terhadap kondisi fisik mereka,” katanya.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*